Syarat dan Cara Membuat Akta Kematian di Capil (Catatan Sipil)

Syarat dan Cara Membuat Akta Kematian di Capil (Catatan Sipil)

Syarat dan Cara Membuat Akta Kematian di Capil (Catatan Sipil) – Beberapa hari ini admin di sibukkan dengan pembuatan Akta Kematian di kantor Catatan Sipil. Keperluan admin saat itu adalah untuk melengkapi persyaratan perubahan nama kepemilikan sertifikat tanah yang sebenarnya sudah di urus oleh notaris. Karena peraturan terbaru, pihak Pertanahan yang mengurusi proses dan prosedur sertifikat tanah sudah tidak menerima Surat Kematian dari desa melainkan harus Akta Kematian dari Capil.

Pada kesempatan ini sekaligus juga admin ingin share bagaimana cara mengurus Akta Kematian di Capil, beserta lampiran berkas apa saja yang di perlukan untuk membuat Akta Kematian. Prosedur atau step – step pembuatan Akta Kematian ini sebenarnya cukup mudah terlebih gratis tanpa biaya sepeserpun di Capil.

Syarat dan Cara Membuat Akta Kematian di Capil (Catatan Sipil)

Lamanya proses pembuatan Akta Kematian ini kurang lebih 3 sampai 4 hari, jadi tidak sehari langsung jadi melainkan kamu juga harus menunggu. Berikut ini persyaratan, tata cara urutan dan panduan untuk membuat Akta Kematian di Capil yang admin contohkan di Kabupaten Banjarnegara.

Persyaratan membuat Akta Kematian di Capil

Berkas persyaratan yang harus kamu lengkapi cukup banyak, ada 9 persyaratan untuk membuat Akta Kematian di Catatan Sipil.

1. Surat Pengantar dari Desa – Kecamatan

Seperti biasa, apapun yang kita lakukan berkaitan dengan dokumen kependudukan maka harus ada surat pengantar. Untuk membuat Akta Kematian juga di perlukan surat pengantar dari desa atau RT RW kemudian mengetahui (Cap Stempel) dari Kecamatan.

2. Surat Kematian dari Desa

Surat kematian ini berwarna kuning, selain berisi informasi kapan yang bersangkutan meninggal juga ada tanda tangan saksi minimal 2 orang di dalamnya.

3. Foto Copy Akta Kelahiran

Syarat berikutnya adalah Akta Kelahiran yang bersangkutan, jika sudah tidak ada karena sesuatu hal misal sudah hilang maka bisa diganti dengan Surat Kelahiran yang bisa kamu minta dari desa.

4. Foto Copy Buku Nikah

Selanjutnya adalah FC Buku Nikah yang bersangkutan, jika tidak ada atau sudah hilang maka bisa mencoba mencarinya di KUA. Nanti akan di keluarkan surat keterangan dari KUA yang berisi tentang kapan yang bersangkutan menikah.

Kemudian misal ada contoh kasus bahwa yang bersangkutan menikah sebelum kemerdekaan 1945 maka bisa coba kamu tanyakan ke kantor Capil apakah bisa dengan tidak menyertakan FC Buku Nikah.

5. Foto Copy Kartu Keluarga (KK)

Next adalah FC Kartu Keluarga dan tidak perlu di jelaskan lebih lanjut ya soal FC Kartu Keluarga?

6. Foto Copy KTP

Persyaratan berikutnya adalah FC KTP yang bersangkutan, jika sudah tidak ada maka bisa di ganti dengan Surat Keterangan Domisili yang bisa kamu dapatkan dari Desa atau RT RW.

7. Foto Copy KTP Saksi

Selanjutnya adalah FC KTP dari saksi yang mengetahui/menyaksikan bahwa yang bersangkutan telah benar meninggal.

8. Foto Copy KTP Pemohon

Selanjutnya adalah FC KTP yang memohon atau yang mengajukan membuat Akta Kematian di Capil.

9. Surat Keterangan Ahli Waris

Surat keterangan ahli waris yang kamu buat dari desa ini berisi informasi siapa saja ahli waris dari yang bersangkutan (almarhum/ah).

Cara Membuat Akta Kematian di Capil

Kesemua berkas di atas kamu kemas dengan rapi dan di masukkan ke dalam stop map. Jika semua berkas sudah selesai termasuk cap stempel dari Kecamatan maka selanjutnya kamu:

  • pergi ke kantor Capil, meminta Formulir Akta Kematian dan silahkan isi formulir tersebut
  • masukkan formulir tersebut ke dalam map beserta persyaratannya
  • serahkan ke bagian Pendaftaran Akta di kantor Capil untuk di cek kelengkapan persyaratannya
  • setelah itu, biasanya kamu akan di minta informasi kontak agar bisa di hubungi jikalau ada berkas persyaratan yang nantinya kurang atau ada informasi lainnya yang ingin pihak Capil tanyakan kepada kamu
  • kamu akan di berikan Tanda Terima dan Akta Kematian bisa kamu ambil sekitar 3 atau 4 hari kedepan (bisa lebih lama / lebih cepat)
  • serahkan Tanda Terima di hari pengambilan Akta Kematian

Syarat dan kondisi cara membuat bisa jadi setiap daerah berbeda – beda, namun kurang lebih secara garis besar persyaratan dan prosedurnya sama. Nah jika kamu merasa ada yang perlu di tanyakan atau artikel ini kurang jelas silahkan kamu bisa menanyakannya melalui form komentar di bawah ini.

30 thoughts on “Syarat dan Cara Membuat Akta Kematian di Capil (Catatan Sipil)

  1. triyan agus susanto

    kalo dari kelurahan ,langsung ke catatan sipil bisa g ?

    Reply
    1. s.magi Post author

      tidak bisa karena harus cap stempel dari kecamatan dulu :)

      Reply
  2. Vee

    Kalo surat kematian asli sudah masuk capil, berarti kan pihak capil mengeluarkan ajta kematian? Nah apa surat kematian aslinya disimpan oleh capil?

    Reply
    1. s.magi Post author

      Iya benar sekali, semua syarat termasuk surat kematian disimpan sebagai berkas untuk kemudian capil memberikan akta kematiannya :)

      Reply
  3. chumaedi

    kalo meninggal nya sudah lama masih bisa diurus kah?

    Reply
    1. d.bhaghoz Post author

      bisa kok, waktu itu saya juga mengurusnya untuk almarhum yang sudah lebih dari 10 tahun, belasan malahan :)

      Reply
      1. angel

        gimana ya carany ngurus akte kematian yg sudah 9 thn lalu meninggalny,tapi ini koq susah sekali ya?bisa mnt tlng carany biar bisa keluar akte kematianny?thx

        Reply
        1. d.bhaghoz Post author

          Ya seperti cara yang sudah dijelaskan diatas, melalui berbagai prosedur dan persyaratan baru kemudian di ajukan pembuatan akta kematian di kantor Catatan Sipil. Berapa tahun pun meninggalnya tetap bisa kok, dulu saya urus akta kematian buat eyang saya yang sudah almarhum belasan tahun silam. Yang penting persyaratannya lengkap nanti tinggal ke Capil saja dan tunggu prosesnya :)

          Reply
          1. Adriana G. Laibahas

            Mau Tanya, kalau orangnya meninggal bukan di domisili aslinya gimana? Bapak saya KTP Riau, Tapi meninggal di Jakarta saat berkunjung ke rumah Asik saya Dan tinggal beberapa bulan di sana, tiba2 sakit Dan meninggal. Surat kematian dari Kelurahan Asik saya.

          2. d.bhaghoz Post author

            Kalau setahu saya data kematian akan dicatat di domisili almarhum, kenapa? karena semua data ada di wilayah domisilinya sehingga untuk membuat Akta Kematiannya harus di Capil di Kab/Kota domisilinya. Saran saya dimanapun Ms/Mb Adriana sekarang ini tinggal baiknya coba tanyakan dulu ke petugas Kelurahan untuk dapat memastikannya. Kalau dari saya seperti itu :)

  4. Sri wahyuni

    Kalau sdh jd surat kematian sampe kelurahan aja, kita bisa lanjut ke kecamatan ya gan ?

    Reply
    1. d.bhaghoz Post author

      Iya kalau sudah jadi mengurus semua berkas di kelurahan bisa di lanjutkan ke kecamatan untuk mendapatkan CAP stempel, lalu dilanjutkan ke kantor catatan sipil :)

      Reply
      1. fila

        Kalo sdh ada suraat kematian di kelurahan apa hrs mnt pengantar rt rw kelurahan lg untuk buat akta kematian?

        Reply
        1. d.bhaghoz Post author

          Iya harus melengkapi syarat seperti yang sudah disebtukan diatas, kalau hanya surat kematian maka tidak cukup untuk membuat akta kematian di Capil, jadi harus ada berkas pendukung lainnya yang bisa diproses melalui kelurahan :)

          Reply
  5. christover

    lama ga buatnya akte kematiian

    Reply
    1. d.bhaghoz Post author

      Kalau mengurus syarat-syaratnya bisa cepat namun dari kantor Catatan Sipilnya menyampaikan 3 sampai 4 hari untuk mengeluarkan akta kematian namun pada waktu itu saya kurang lebih 1 minggu baru jadi :)

      Reply
  6. M.ikral

    Kalo seribet itu mengurus surat kematian. Banyak sekali masyarakat yang tidak mengurus. Apalagi di daerah yg jauh dari pusat pemda. Harusnya RT RW nya yang di berdayakan. Orang dah kena musibah malah dirumitkan dengan alur yg luar biasa panjng dan waktu yg lama. Sehari bisa di selesaikan kok.

    Reply
    1. d.bhaghoz Post author

      Iya tentu saya juga senang sekali jika mengurus berbagai keperluan bisa cukup dilakukan di Desa saja, tapi memang prosedurnya demikian yang harus kita ikuti. Malahan saya pada waktu itu harus bolak-balik lantaran ada beberapa masalah seperti penggunaan blangko dari Desa yang belum sesuai dan lain sebagainya seperti persyaratan yang kurang sesuai, belum lagi antri di kantor Capil :)

      Reply
  7. Buce

    Bagaimana apabila tdk ada akte kelahiran dan akta nikah nya ?

    Reply
    1. d.bhaghoz Post author

      Kalau untuk akte kelahiran bisa diganti dengan Surat Kelahiran dari desa, sementara untuk Akta Nikah bisa di cek di KUA dan KUA akan mengeluarkan surat keterangan dan jika menikah sebelum kemerdekaan RI maka bisa di abaikan saja. Untuk lebih lengkapnya mengenai persyaratan bisa mencoba menghubungi kantor Catatan Sipilnya :)

      Reply
  8. susi

    Bagaimana cara mengurus surat kematian suami yg sudah 7th ..sementara nikahx hanya akte nikah dr gereja apa masih bs diurus ..dr rt/rw masih kekelurahan lg apa lgsg ke sipil

    Reply
    1. d.bhaghoz Post author

      Ini yang dimaksud membuat Surat Kematian atau Akta Kematian? kalau Surat Kematian itu sepertinya bisa diurus di Desa sedangkan Akta Kematian itu mengurusnya dari Desa ke Capil. Kalau untuk membuat Akta kematian memang harus ada Surat Nikahnya, sebaiknya jika ada masalah terkait persyaratan bisa mencoba mendatangi petugas di Desa yang bersangkutan agar bisa dibantu lebih lanjut :)

      Reply
  9. Woro haryadi

    Tanda terima berkas tgl 27 April , sampai hr ini bolak balik nanya ke kelurahan blum jd trs.
    Bs gak lsg dtg ke Capil…

    Reply
    1. d.bhaghoz Post author

      Kalau untuk langsung ke Capil sepertinya tidak bisa, karena semua berkas harus melalui Kelurahan kemudian Kecamatan baru ke Capil. Untuk cepat tidaknya proses mungkin tiap daerah berbeda-beda :)

      Reply
  10. jordan azha

    apa membuat akte kematian harus ke kantor pengadilan juga ya..??

    Reply
    1. d.bhaghoz Post author

      Untuk Akta Kematian prosesnya sampai ke Capil saja :)

      Reply
  11. susi

    Surat keterangan kematian dr kelurahan sudah ada ..apa masih hrs bawa pengantar dr rt/rw lg trus ke kelurahan lg br ke sipil y ??trus apakah hrs dilengkapi persyaratan lain seperti ketika akan mengurus surat keterangan kematian

    Reply
    1. d.bhaghoz Post author

      Jad prosesnya Ibu/Mb Susi datang ke Kelurahan mengurus semua persyaratan yang sudah saya sebutkan diatas dan bagi persyaratan yang tidak ada boleh di lewati saja dulu. Setelah selesai kemudian datang ke Kecamatan dengan membawa berkas tersebut guna di tanda tangani oleh Pak Camat. Selanjutnya menuju ke Kantor Capil dan mengisi data formulir yang diberikan, selanjutnya jika semua sudah oke maka tinggal menunggu Akta Kematian jadi (biasanya beberapa hari hingga 1 minggu) :)

      Reply
  12. Vida

    Buat daerah pondok gede, tidak perlu surat dari kecamatan. Surat kematian dari kelurahan dengan cap kelurahan saja cukup karena menurut infonya kecamatan tdk mengeluarkan surat apapun utk pengurusan akta kematian.

    Reply
    1. d.bhaghoz Post author

      Semua surat dan pengantar diurus di Kelurahan, sedangkan di kecamatan hanya memberikan Cap dan Tanda Tangan saja, ditempat saya pun demikian :)

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.