Informasi Data Keuangan Operator Seluler Indonesia

By | 14 May 2015

Informasi Data Keuangan Operator Seluler Indonesia – Artikel ini merupakan kelanjutan dari pembahasan 3 Operator Seluler Terbaik di Indonesia dimana sebagai Operator Seluler Dengan Jumlah Pelanggan Terbanyak di Indonesia tahun 2014. Tiga operator telekomunikasi di Indonesia masih dipimpin oleh Telkomsel, XL dan Indosat data tahun 2014. Selanjutnya mari kita bahas bagaimana kondisi keuangan ketiga operator tersebut.

Informasi Data Keuangan Operator Seluler Indonesia

Berikut penjelasan mengenai data informasi keuangan masing-masing perforator tersebut yang bersumber dari id.techinasia yang bisa kita simak berikut ini:

Hingga Q3 Telkomsel dilaporkan berhasil membukukan pendapatan hingga Rp 48,404 triliun atau naik sebesar 10 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang hanya mencapai Rp 43,99 triliun. Pendapatan ini sebagian besar diperoleh dari pelanggan layanan prabayar yaitu sebesar Rp 40,617 triliun, kemudian dari pelanggan pascabayar sebesar Rp 3,737 triliun, serta dari interkoneksi dan roaming sebesar Rp 3,459 triliun.

Sedangkan XL Axiata tidak hanya mengalami penurunan jumlah pelanggan, perusahaan ini juga mengalami penurunan pendapatan yang dramatis. Hingga Q3, perusahaan ini dilaporkan mengalami kerugian hingga Rp 901 miliar. Berbanding terbalik apabila dibandingkan dengan pendapatan periode yang sama pada tahun lalu yang mendapat keuntungan hingga Rp 917 miliar.

Hal ini disebabkan karena beban hutang dan operasional yang masih dalam dollar Amerika Serikat. Sehingga XL Axiata mengalami kerugian dalam konversi mata uang sebesar Rp 1,058 triliun. Kerugian yang sangat besar apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai Rp 192 miliar.

Hingga Q3 perusahaan tersebut berhasil membukukan pendapatan hingga Rp 17,6 triliun, naik 11 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Sumber pendapatan XL Axiata sebagian besar berasal dari layanan telepon yang menyumbang sebesar Rp 5,9 triliun, kemudian data dan value added services (VAS) sebesar Rp 4,5 triliun, SMS sebesar Rp 3,5 triliun, interkoneksi dan roaming sebesar Rp 2,3 triliun, serta bisnis lainnya sebesar Rp 1,17 triliun.

Hal serupa juga dialami Indosat yang mengalami kerugian sebesar Rp 210,6 miliar akibat nilai tukar dollar Amerika Serikat. Hingga Q3 perusahaan ini mengalami total kerugian sebesar Rp 1,32 triliun. Namun kerugian ini masih lebih sedikit apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yaitu sebesar Rp 1,77 triliun.

Hal ini tentunya berdampak pada pendapatan Indosat yang menurut The Jakarta Post hanya mencapai Rp 17,7 triliun, sedikit menurun apabila dibanding dengan periode yang sama pada tahun lalu yaitu sebesar Rp 17,8 triliun.

Pendapatan Indosat sebagian besar berasal dari layanan seluler yaitu sebesar Rp 14,3 triliun dan layanan telekomunikasi sebesar Rp 833,9 miliar. Sedangkan pendapatan dari multimedia, komunikasi data, dan akses internet menyumbang sebesar Rp 2,4 triliun.

Vimax Canada
Category: Info Tekno Tags: ,

About s.magi

Jangan berpikir dua kali, ragu-ragu tak memberi kepastian. Mulai bertanya, biar penasaranmu terpuaskan. Gerakkan dunia, jangan biarkan dunia yang menggerakkanmu. Tuliskan kisah hidupmu, hidup terlalu singkat untuk alur kisah orang lain. Melangkahlah kemana hati ini melangkah. Go a head !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published.