Apa saja biaya dalam trading Forex?

Apa saja biaya dalam trading Forex?

Ada jutaan transaksi yang dilakukan oleh trader di setiap detiknya di pasar valuta asing, perharinya ada triliun-an dolar perputaran uang di pasar valuta asing atau Forex. Volatilitas pasar yang tinggi menyebabkan pergerakan harga semakin dinamis setiap saatnya dan inilah kesempatan bagi seorang trader untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual dan beli pada pasar Forex.

Rgocasino

Pada intinya untuk mendapatkan keuntungan di trading Forex atau jenis komoditi lainnya adalah membeli di harga rendah dan menjualnya di harga tinggi (open buy) atau menjual di harga tinggi dan membeli di harga rendah (open sell). Kedengarannya memang sederhana, namun jika kamu sudah mulai terjun langsung ke Forex market melalui broker atau perusahaan pialang maka kamu baru merasakan bahwa ternyata ada beberapa biaya dalam transaksi Forex yang mungkin belum kamu perhitungkan dan ketahui sebelumnya.

Apa saja biaya dalam trading Forex?

Di artikel ini saya ingin share kepada kamu tentang cost yang dibebankan ketika kamu mulai membuka transaksi di pasar Forex. Semoga artikel ini dapat memberikan sedikit edukasi bagi kamu sebelum terjun langsung ke pasar Forex trading.

1. Spread

Spread adalah selisih dari harga beli dan harga jual pada pair mata uang di perdagangan Forex. Jadi setiap pasangan mata uang pada umumnya memiliki Spread yang berbeda-beda kecuali pada broker yang menerapkan akun Fix Spread (Spread tetap). Spread ini berkisar antara 20 hingga 30 pips pada beberapa major pair atau pasangan mata uang utama di broker 5 digit.

Misal sebagai contoh kamu membuka posisi beli di pasar Forex di pair EUR/USD dengan Spread 20 pips sebanyak 1 lot. Maka pada waktu yang bersamaan kamu sedang minus 20 pips atau $20. Jadi untuk mencapai kondisi BEP (titik impas/balik modal) harga harus bergerak ke naik sebanyak 20 pips. Artinya jika prediksi kamu salah dan harga bergerak turun katakanlah 30 pips maka kerugian kamu 30 pips ditambah pips Spread atau total adalah minus $50.

Bandar Q

Rata-rata broker menggunakan Floating Spread dimana nilai Spreadnya menyesuaikan dengan kondisi market. Jadi nilai Spread bisa berubah-ubah misal 20 pips dan dalam kondisi tertentu bisa mencapai 40 pips atau bahkan lebih dari angka tersebut.

Besarnya Spread ini berbeda-beda untuk masing-masing pasangan mata uang dan di beberapa broker juga bisa jadi berbeda-beda pula. Menganalisa dari faktor Spread ini maka sebaiknya kamu memilih pasangan mata uang yang memiliki Spread yang rata-rata rendah sehingga kesempatan untuk mendapatkan profit lebih cepat terutama bagi kamu yang bermain Scalping atau shot term trader.

2. Komisi

Komisi atau fee ini adalah komisi untuk broker yang telah mengantarkan dan memfasilitasi kamu untuk masuk di pasar Forex. Jadi setiap kamu membuka posisi maka akan dikenakan fee yang besarannya berbeda-beda untuk masing-masing broker. Di broker lokal di Indonesia sendiri Komisi yang ditetapkan antara $5 hingga $50 per 1 Lot-nya, sementara untuk broker luar negeri seperti FBS dan Instaforex adalah tanpa Komisi.

Jadi perhitugannya sama, ketika kamu membuka transaksi Forex maka kamu sudah dibebani dengan Komisi + Spread. Sebagai contoh kamu membukan posisi sebanyak 1 Lot pada broker dengan Komisi $10 dan Spread 20 pips, maka disaat itu juga kamu sudah minus $30.

3. Swap (-)

Swap adalah biaya menginap, jadi transaksi yang terbuka hingga lebih dari satu hari atau melebihi waktu pergantian hari maka akan dikenakan Swap pada pasangan mata uang tertentu. Besarnya nilai Swap ini juga berbeda-beda untuk masing-masing broker. Jadi selain terbebani dengan Komisi dan Spread jika transaksi terbuka lebih dari 1 hari maka akan ditambah beban biaya Swap juga.

4. Biaya yang lainnya

Biaya yang lain ini bukanlah biaya secara langsung di pasar Forex melainkan biaya yang kamu korbankan untuk bisa bertrading, biaya tersebut seperti biaya membeli laptop, paket data internet, makanan serta minuman ringan dan lain sebagainya. Selain itu mungkin biaya mengikuti pelatihan trading sebelumnya dan sewa atau beli robot Forex (EA).

Beberapa hal diatas juga  lah yang menjadi salah satu alasan kenapa kok banyak trader di Indonesia yang lebih memilih untuk bertrading di broker luar negeri padahal tidak ada regulasi dari pemerintah Indonesia, yakni karena beban biaya seperti Komisi dan Spread yang lebih ringan dari broker lokal di Indonesia. Selain juga faktor minimal deposit modal, dimana di Indonesia rata-rata minimal 50 juta sedangkan di luar negeri mulai $1 pun bisa bertrading di pasar Forex.