Alasan Kenapa Penderita Asam Urat Tidak Boleh Makan Melinjo

Alasan Kenapa Penderita Asam Urat Tidak Boleh Makan Melinjo

Alasan Kenapa Penderita Asam Urat Tidak Boleh Makan Melinjo – Asam urat adalah penyakit radang yang di timbulkan oleh tingginya kadar asam urat dalam tubuh yang menumpuk. Seringkali seseorang merasa sakit dan nyeri di bagian persendian ketika asam urat ini kambuh.

Rgocasino

Ketika asam urat yang dibuang dari tubuh jauh lebih sedikit dari jumlah yang diproduksi, pada akhirnya asam urat yang bertumpuk tersebut akan membentuk kristal-kristal tajam natrium urat berukuran mikro yang bermuara di dalam sendi atau di sekeliling jaringan sendi.

Ketika kristal-kristal tajam tersebut masuk ke dalam ruang sendi dan mengganggu lapisan lunak sendi, maka disnilah anda mulai merasa sakit. Bagian sendi yang paling sering mengalami serangan penyakit asam urat adalah sendi kaki dan tangan. Hal ini terjadi karena bagian tubuh tersebut memiliki suhu tubuh lebih rendah dibandingkan sendi lainnya.

Bandar Q

Salah satu cara mengatasi penyakit asam urat adalah menjaga asupan makanan. Untuk penderita asam urat, cukup banyak jenis makanan yang harus anda hindari. Salah satunya adalah melinjo, pernahkah anda mendengar larangan makan melinjo bagi penderita asam urat?

Lalu benarkah penderita asam urat tidak boleh makan olahan melinjo seperti emping melinjo yang gurih dan lezat ini? Berikut ini penjelasan tim dokter dari meetdoctor.com yang di rangkum oleh redaksi dari medeka.com. Ketika seorang pembaca mengajukan pertanyaan terkait kebenaran larang mengkonsumsi melinjo untuk penderita asam urat.

Alasan Kenapa Penderita Asam Urat Tidak Boleh Makan Melinjo

Melinjo dan emping ternyata mengandung kadar purin yang tinggi, ini merupakan pantangan bagi penderita asam urat. Selain itu penderita juga di sarankan untuk tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi lemak.

Baca juga:

Beberapa jenis makanan lain yang sebaiknya dihindari oleh penderita asam urat adalah antara lain seperti daging merah, produk susu full cream, daging prosesan (sosis dan nugget) dan hasil fermentasi (bir, tapi, tempe, ragi), (Dr. Deffy)